Kandang Close Housed

Kandang sistem closed house adalah kandang tertutup yang menjamin keamanan secara biologi (kontak dengan organisme lain) dengan pengaturan ventilasi yang baik sehingga lebih sedikit stress yang terjadi pada ternak.

Broiler Modern

Ayam pedaging hasil persilangan dari berbagai bangsa ayam pedaging, yang memiliki kemampuan untuk menghasilkan daging secara optimal dan edisien, memiliki keunggulan pertumbuhannya yang sangat cepat dengan bobot badan yang tinggi dalam waktu yang relatif pendek, konversi pakan kecil, siap dipotong pada usia muda serta menghasilkan kualitas daging berserat lunak, yang didukung dengan pakan yang berkualitas dan menajemen pemeliharaan yang maksmila

Brooding Period

Brooding Period Brooding Period Brooding Period Brooding Period Brooding Period Brooding Period Brooding Period Brooding Period Brooding Period Brooding Period Brooding Period Brooding Period Brooding Period

DOC ( Day Old Chick )

DOC ( Day Old Chick ) DOC ( Day Old Chick ) DOC ( Day Old Chick ) DOC ( Day Old Chick ) DOC ( Day Old Chick ) DOC ( Day Old Chick ) DOC ( Day Old Chick ) DOC ( Day Old Chick ) DOC ( Day Old Chick )

Pakan Broiler

Campuran dari beberapa bahan baku pakan, baik yang sudah lengkap maupun yang masih akan dilengkapi, yang disusun secara khusus dan mengandung zat gizi yang mencukupi kebutuhan ternak untuk dapat dipergunakan sesuai dengan jenis ternaknya.

Senin, 01 Juni 2009

KONTROL LALAT DALAM MENCEGAH PENYEBARAN PENYAKIT

KONTROL lalat dalam suatu farm merupakan hal yang mendasar dalam manajemen pengendalian penyakit. Lalat dapat menimbulkan berbagai masalah di suatu peternakan, diantaranya dapat menyebarkan penyakit, menganggu pekerja kandang, menurunkan produksi, menurunkan kualitas telur dan mencairkan kotoran ayam (menimbulkan ammonia tinggi).
Serangga satu ini memiliki keunikan di bandingkan dengan serangga lain, yakni biasa meludahi makanannya sendiri. Lalat hanya bisa makan dalam kondisi cair. Reaksi lalat terhadap makanan yang dihadapi akan mengeluarkan enzim, agar makanan tersebut menjadi cair, setelah cair makanan akan disedot masuk ke dalam perut sehingga akan mudah bakteri dan virus turut masuk ke dalam saluran pencernaannya dan berkembang di dalamnya.
Penyakit yang disebabkan lalat dan larvanya :
• Lalat menjadi vektor : penyakit gastrointestinal pada mamalia dan feses.
• NDV telah diisolasi pada lalat dewasa lalat rumah kecil (Fannia canicularis) dan larva lalat rumah (Musca domestica).
• Larva dan lalat dewasa (M. Domestica) sering termakan ayam, kemudian menjadi “Hospes Intermedier” cacing pita pada ayam dan kalkun.
• Lalat rumah (M. domestica) yang makan darah ayam yang tercemar kolera unggas dapat menyebarkan penyakit tersebut ke ayam lain.
Suksesnya program control dilakukan dengan suatu metode pendekatan terintegrasi yakni ada 4 strategi manajemen dasar.
1. Memelihara kotoran tetap kering.
2. Metode biologi, seperti menggunakan pemangsa yang menguntungkan (merangsang pertumbuhan musuh alami lalat yang biasanya banyak ditemui di kotoran dan musuh lalat ini dapat tumbuh baik jika kotoran kering).
Kotoran kering akan membantu mendukung berkembangnya pemangsa dan benalu dari perkembangbiakan lalat. Populasi predator dan parasit terutama terdiri dari kumbang, kutu dan lebah. Pertumbuhan musuh lalat ini umumnya lebih lambat dibanding lalat itu sendiri. Populasi yang cukup tinggi pada hakekatnya bermanfaat bagi pengendalian lalat dan dapat dikendalikan hanya dengan jalan tidak mengganggu kotoran dalam jangka waktu yang lama. Untuk memelihara populasi serangga, maka pindahkan kotoran yang berlebih di minggu-minggu awal atau saat musim dingin (saat lalat kurang aktif), seperti halnya memperkecil penggunaan insektisida pada kotoran.
Di Denmark telah ditemukan penemuan baru berupa pemangsa lalat dari lalat itu sendiri. Prinsip yang dipakai adalah jika kepadatan lalat makin tinggi, maka lalat ini dapat menjadi pemangsa bagi lalat lain. Asal pemangsa yang digunakan ini ditemukan di Kenya, termasuk genus Ophyra Aeenses yang dapat memangsa lalat yang tidak
diinginkan.Serangga Kenya ini bertelur di kotoran dan dapat berhenti bereproduksi ketika temperatur dibawah 15 – 17 0C.
Pada kantong yang terkenamatahari langsung, Ophyra Aeenses tidak bisa bertahan, jenis ini lebih menyukai pergerakan udara yang baik. Penemuan baru itu berupa campuran lalat dewasa, pupa dan larva dalam satu kantung dengan berat 120 gram. Dari telur hingga dewasa, lalat membutuhkan waktu siklus 14 hari, sehingga populasi akan berganti dengan sendirinya. Efek predation/pemangsa akan muncul 2 bulan. Banyaknya kantong yang dibutuhkan tergantung pada ukuran kandang. Untuk tiap 100 m area dibutuhkan 1 kantong. Cara menggunakan metode ini : pada 3 bulan pertama diberi kantong baru. Setelah itu, gunakan kantung baru tiap 2 bulan (hanya untuk memastikan populasi pemangsa tidak berkurang).

3. Metode mekanik yakni dengan biosekuriti.
• Manajemen kebersihan : pembersihan dan desinfeksi kandang, terutama setelah panen.
• Manajemen sampah : pembuangan litter, kotoran dan bangkai ayam.
Pindahkan hewan yang mati
dengan segera dan membuangnya dengan baik (dibakar atau lainnya). Minimalkan akumulasi pakan yang tumpah. Di luar kandang, bersihkan rumput liar disekitarnya untuk menghindari kerumunan lalat dewasa serta agar pergerakan udara di sekitar kandang lebih baik
Manajemen kandang : ventilasi, pengendalian kelembaban litter dan kebocoran air. Lalat dapat berkembangbiak di kotoran dengan
kelembaban 55-85%.Oleh karena ini perlu menghindari agar kandang tidak lembab, seperti mencegah kebocoran, pastikan air tidak masuk ke dalam lubang serta mengatur aliran udara agar dapat memberikan efek kering pada permukaan kotoran.

4. Kontrol kimia melalui aplikasi insektisida atau obat-obatan (spray, fogs dan lain-lain). Salah satu jenis insektisida (produk terbaru Bayer) dalam pengendalian lalat diantaranya adalah Quick Bayt. Quick Bayt merupakan racun umpan lalat yang berbentuk butiran merah. Insektisida ini mengandung kombinasi dari bahan aktif imidakloprid, umpan ganda yang efektif (gula dan musculare) dan bitrex.
Imidakloprid merupakan bahan aktif dari golongan kloronikotinil yag bekerja cepat sebagai racun perut dan sangat efektif mengendalikan lalat. Gula dan Musculare adalah bentuk umpan yang tepat dan poros memudahkan lalat menghisapnya. Umpan ganda ini sangat aktraktif bagi lalat. Bitrex merupakan bahan dengan rasa pahit (tapi disenangi lalat) untuk menghindari tertelannya Quick Bayt oleh hewan atau
manusia. Keunggulan produk ini adalah tahan lama, sehingga memastikan keberhasilan dalam waktu yang lama. Penggunaan Quick Bayt
dapat dilakukan dengan
• Penaburan
Quick Bayt ditempatkan pada tempat berkumpulnya lalat (kemasan 350 gram), dapat digunakan 70 X 5 gram titik umpan, untuk luas area 175 – 200 m2 di area lantai dan dapat pula ditabur dengan sebaran 1,75 – 2 gram/m2.
• Pengulasan
Teknik pengulasan : Quick Bayt dicampur dengan air (1 gram/ml air). Kemudian diaduk sampai rata dan setiap 10 – 15 menit harus diaduk kembali. Setelah itu dioleskan ditempat dimana lalat biasa hinggap atau di kertas. Lalat dapat hidup rata-rata 21 hari, namun jika telah makan Quick Bayt hanya dengan beberapa menit, lalat akan lemas dan akhirnya mati. Pengendalian lalat yang sering dijumpai di peternakan sering gagal dilakukan. Ini disebabkan karena pengendalian hanya dilakukan pada
lalat dewasa tanpa membasmi larvanya atau sebaliknya.. Jika yang dibasmi lalat dewasanya saja, maka larva yang ada pada feses akan dapat berkembang menjadi lalat dewasa. Sebaliknya jika yang dibasmi larvanya, maka lalat dewasa masih mempunyai kesempatan untuk dapat berproduksi menghasilkan telur. Hal-hal lain yang perlu diperhatikan adalah migrasi lalat seperti antar lokasi farm atau dari
sumber lain, seperti tempat pembuangan sampah atau bangkai ayam. Agar program pengendalian lalat sukses dilakukan, maka keempat
strategi tersebut harus dilakukan secara bersamaan.

Beberapa Penyakit yang disebabkan lalat

Penyakit Tahun Publikasi
- Avian Influenza 1984 Collison
- Campylobacter 1983 Rosef et. al
- ND 1975 Rogoff et, al
- Coccidiosis 1976 Miloushev
- Cestodiosis 1976 Abrams
- Efek Amonia ND Virus 1964 Anderson
- Fowl Pasteurellosis 1972 NN
(Sumber : Pig International Desember 2005 dan Seminar “ Insekta & Transmisi Penyakit”, Drh .Darjono MSc, PhD). BULETIN CP. PEBRUARI 2006

Blog Advertising

Tanaman Sekitar Kandang

Lokasi kandang ayam di banyak tempat masih memiliki “sisa” tanah yang tidak dipergunakan untuk kandang, umumnya lahan “sisa” tersebut dimanfaatkan oleh peternak untuk menanam tanaman atau pohon dengan berbagai tujuan, misalnya untuk konsumsi, tanaman pelindung, ataupun untuk menambah pendapatan dari tanaman tersebut.
Pada pemeliharaan broiler selain harus memperhatikan kondisi di dalam kandang (sushu, kelembaban, dll) harus pula diperhatikan kondisi disekitar kandang (diluar kandang). Karena hal ini juga mempengaruhi pada performa ayam yang dipelihara.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu:
1.Tanaman sekitar kandang
2.Jarak tanaman di sekitar kandang
3.Pemeliharaan tanaman dengan cara dilakukan penyemprotan dengan obat tanaman

Tanaman disekitar kandang, tanaman di sekitar kandang bias mendatangkan manfaat yang cukup besar bagi peternak dan ternak nya, namun bila dilakukan dengan tidak terkontrol, keadaan bisa terbalik. Penanaman pohon ataupun tanaman disekitar kandang, sebaiknya memilih jenis tanaman yang tidak memiliki daun yang lebar dan lebat, karena hal ini akan menghalangi sirkulasi angin dari luar kandang ke dalam kandang yang dibutuhkan oleh ayam. Selain itu juga pemilihan tanaman sebaiknya yang tidak menimbulkan “debu” ketika tertiup oleh angin, misalnya jagun. Jagung akan menimbulkan debu yang cukup banyak ketika angin bertiup dan serbuk sari yang ada di jagung akan tertiup ke kandang, hal ini akan merugikan pada kesehatan ayam karena bisa menimbulkan penyakit, misalnya CRD. Karena ayam terlalu banyak menghisap debu tersebut.

Selain memperhatikan jenis tanaman ataupun pohonnya, harus juga diperhatikan kebersihan tanaman tersebut, termasuk rumput di sekitar kandang. Rumput yang terlalu tinggi akan mengurangi sirkulasi udara ke dalam kandang, selain itu juga tanaman-tanaman di sekitar kandang kalau tidak dilakukan perawatan dengan cara penyemprotan hama penyakit tanaman, bisa merugikan pada ayam karena tanaman-tanaman tersebut bisa dijadikan tempat bertelurnya lalat-lalat dan kemudian telur itu pada 29 hari kemudian akan berubah menjadi lalat dewasa dan bisa sebagai penyebar penyakit.

Jarak tanaman di sekitar kandang, penanaman pohon atau tanaman, sebaiknya tidak terlalu dekat ke kandang, hal ini di maksudkan supaya tidak menghalangi sirkulasi udara dari luar kandang ke dalam kandang.

LALAT MUSUH BERSAMA


Lalat dapat menjadi perantara (carrier) dalam penyebaran berbagai macam penyakit yang dapat mengganggu dan membahayakan kesehatan manusia. Contohnya: diarea, salmonella tyfosa (tipes), dan avian influenza (flu burung) dll. Siklus hidup lalat termasuk pendek hanya 29 hari namun sekali bertelur sekitar 150-500 butir adlam setiap harinya. Bayangkan bila lalat betina yang bertelur 28 hari kemudian mati dihari yagn ke 29. Populasi lalat akan selalu menjadi masalah untuk kesehatan manusia. Fenomena lalat layaknya fenomena gunung es yang menyeruak ke atas hanya puncaknya saja yaitu lalat dewasa padahal dibawah telah siap telur, larva, pupa menyusul menjadi lalat dewasa. Lalat rumah (haouse fly) pada setiap ekornya membawa 125.000 kuman. (Wikipedia)

OMILAT (system sistematik)
Omilat adalah cairan/butiran pembunuh LALAT yang sangat efektif untuk menekan populasi lalat dan membunuh lalat, namun AMAN untuk manusia dan ramah lingkungan.
Omilat mempunyai aroma yang disukai lalat sehingga lalat akan menghisapnya kemudian mati.
Kocok terlebih dahulu sebelum digunakan.
Omilat cair 100ml dicampurkan dengan 1000ml air dan kocok merata, lalu masukan larutan omilat cair dalam sprayer kecil kemudian semprotkan pada lantau atau permukaan yang banyak dihinggapi lalat.
Omilat oles dioleskan (menggunakan kuas) pada kayu, triplex, karton atau media yang dapat dijadikan alas dan tempatkan pada lokasi yang banyak lalatnya.
Omilat granule ditaburkan pada nampan/wadah dan tempatkan pada lokasi yang banyak lalatnya.

FAST KILLER (System kontak)
FAST KILLER adalah cairan pembunuh LALAT dengan komposisi yang sempurna untuk membunuh lalat, semut dan kecoa.
Kocok terlebih dahulu sebelum digunakan
FAST KILLER 30-50 ml dicampurkan ke dalam 1 liter air.
Masukan larutan FAST KILLER cair ke dalam sprayer, kemudian semprotkan pada lantai atau permukaan yang sering dihinggapi lalat.

Minggu, 03 Mei 2009

Pertahankan Kualitas Litter


DALAM menjalankan budidaya broiler agar mendapatkan hasil yang baik harus memerlukan seni tersendiri. Masalah pakan, strain yang baik dan manajemen sangat kita perhatikan. Ada hal kecil yang masih diabaikan yaitu manajemen litter. Dalam kondisi apapun, bentuk kandang yang bagaimanapun, kita harus menjaga agar litter selalu kering Ada yang berpendapat kalau litter kering, susah untuk menjual pupuknya nanti, jadi mereka menginginkan kondisi litter yang lembab atau basah. Tetapi pendapat
atau argument tersebut tidak benar, karena litter basah atau lembab mengakibatkan kadar amoniak yang tinggi dan akan mengakibatkan performance ayam menjadi menurun.

Tanpa menggunakan alat, amoniak hanya bisa dideteksi jika kadarnya dalam kandang paling sedikit 20 ppm, pada hal dengan kadar amoniak seperti itu sudah mengakibatkan kerusakan pada paru-paru.

Adapun beberapa jenis bahan yang dapat digunakan sebagai alas kandang ( Litter ) untuk budidaya broiler sebagai berikut :
1. Sekam padi (Tidak terlalu menyerap, dapat dicampur dengan bahan lain)
2. Jerami yang telah dipotong kecil.
3. Serbuk gergaji (Berdebu,dan biasanya tidak terlalu disarankan)
4. Kertas yang telah dipotong kecil (Susah diterapkan untuk daerah yang kelembaban tinggi).
5. Pasir (Untuk daerah kering).
6. Serutan kayu (Wood shavings)
(Catatan : Litter digunakan tergantung yang tersedia diarea atau daerah masing-masing).

Litter atau alas kandang sebaiknya sudah dipersiapkan sebelum anak ayam masuk agar
supaya semua kebutuhan anak ayam bisa terpenuhi. Prosedur pemasukan sekam dalam kandang adalah sebagai berikut (Gambar 1.)

Kebutuhan dan kualitas litter
Standar kebutuhan litter seperti pada Tabel 2 dibawah ini :

Selain standar litter pada Tabel 2 diatas dapat juga ditentukan kebutuhan litter per 1,000 ekor ayam. Hal ini hanya untuk mempermudah saja dalam menghitung kebutuhan litter, karena biasanya sekam padi dijual sudah dalam karung pakan (1,000 ekor ayam membutuhkan sekam sebanyak 40 – 50 karung pakan) Bukan hal yang susah menjaga kondisi litter didalam kandang tetap kering dan tidak menggumpal jika faktor pencetus diatas dapat dihindari. Namun terlepas dari semua itu peranan anak kandang atau care taker sangat menentukan, terutama dalam hal ketelitiannya dalam mengontrol
permasalahan didalam kandang.

Sekam yang menggumpal langsung dikeluarkan dan diganti dengan yang baru. Jika dasarnya sudah lembab sebaiknya ditaburi kapur agar cepat kering, setelah itu baru ditambahkan sekam yang baru. Atap kandang yang bocor secepatnya diperbaiki, dan hindari pekerjaan yang tergesagesa, terutama dalam pergantian air minum, jangan sampai tumpah ke litter. Ventilasi harus baik dan lancar, agar sirkulasi udara cukup baik, sehingga udara kotor tidak terakumulasi didalam kandang.

Selain itu, penyebab penurunan kualitas litter harus dianalisa dan langsung dilakukan tindakan agar tidak menjadi faktor pemicu menurunnya kualitas kesehatan ayam yang selanjutnya akan mengakibatkan performance produksi kurang baik (Gambar 3).

Kesimpulan
Kondisi litter tetap harus dijaga agar selalu kering dan gunakanlah litter atau alas kandang yang tersedia dan layak dipakai, sesuai kondisi area pemeliharaan masing-masing. Bedakan penurunan kualitas litter karena disebabkan oleh kondisi ayam (Infeksi penyakit, seperti enteritis) atau kondisi lingkungan, sehingga penyebab permasalahan dapat diantisipasi dengan cepat. Kondisi litter mempengaruhi performance, jadi tidak bisa dianggap sesuatu yang tidak penting.
Syahrir Akil, Manager Technical Service and Development, Charoen Pokphand Indonesia.
Buletin CP Edisi Juli 2006 No 79/tahun VII

Air Minum Sistem Nipple Untuk Broiler


TIDAK dapat dipungkiri bahwa, air sangat berperan dalam kesuksesan suatu usaha peternakan, dimana tanpa air yang cukup ternak tidak dapat melangsungkan kehidupannya.
Ayam dapat hidup tanpa makan dalam beberapa hari, namun tanpa air minum tidak bisa bertahan lama. Bahkan kehilangan air sampai 10 % dari berat badan dapat mengakibatkan kematian, yang tentunya mengakibatkan kerugian.
Beberapa tahun terakhir, penggunaan sistem nipple untuk air minum ayam broiler makin popular, karena dapat mengurangi kontaminasi dari partikel- partikel debu dan kotoran lain yang berasal dari area sekitar atau bahkan dalam kandang unggas sendiri. Selain dapat mengurangi pekerjaan anak kandang juga dapat menghemat penggunaan air minum, tetapi bukan berarti bahwa perhatian terhadap manajemen lainnya diabaikan.



Air minum sistem nipple
1 unit nipple sudah mencukupi untuk 10 ekor broiler ( Broiler Management Guides By ISA HUBBARD, 2000 ). Sebelum dan sesudah di pakai sebaiknya nipple selalu di flushing agar kondisi nipple tetap normal, sehingga aliran air didalam pipa lancar.
Ketinggian nipple dari ayam sebaiknya selalu di kontrol agar supaya semua ayam mendapat air minum yang cukup, demikian pula ,posisi nipple, harus selalu lurus atau tidak bengkok. Ketinggian nipple untuk broiler komersial dapat dilihat pada Grafik 1.
Posisi ayam waktu minum dengan menggunakan sistem nipple dapat dilihat pada gambar 1 .
Teknik pembersihan air minum sistem nipple
Dalam kondisi normal, cukup dengan flushing dengan



mengunakan aliran air dengan tekanan yang lebih tinggi. Jika mengunakan bahan pembersih seperti vinegar, jangan lebih dari tiga jam didalam pipa nipple di endapkan, sedangkan proporsi antara vinegar dan air tergantung kebutuhan.
Setelah selesai memberikan vaksin atau obat sebaiknya langsung di flushing, jika vaksin dan obat yang dilakukan melalui niple sistem.
Filter air dicheck kondisinya, dan tekanan air selalu diatur di regulator. Setelah ayam selesai panen, sebaiknya nipple dilepas dan dibersihkan. Pisahkan tiap bagian pipa, lalu cuci atau bilas dengan air bertekanan tinggi, agar semua kotoran dalam pipa terbuang lalu simpan di gudang peralatan.
Kesimpulan
Penggunaan sistem nipple untuk air minum ayam broiler, sangat penting untuk menjaga kebersihan dari kontaminasi dengan udara luar, agar kualitas air minum tetap terjamin, tetapi uji kualitas air minum tetap harus dilakukan secara berkala (Tiap 6 bulan) atau tergantung kasus yang terjadi dalam suatu lingkungan farm.
Penggunaan sistem nipple untuk air minum ayam broiler bertujuan agar performans produksi tetap baik. (Syahrir Akil Technical Service Manager PT.Charoen Pokphand Indonesia)
Buletin CP no 77/tahun VII Mei 2006

Jumat, 03 April 2009

Jamu Ternak untuk Ayam Broiler

Bahan-bahan :

1. Koneng (kunyit)
2. kencur
3. laja (lengkuas)
4. jahe
5. seureuh (sirih)
6. daun pepaya
7. bawang putih

masing-masing bahan sebanyak 250 gr.
Setiap bahan di haluskan (dibelnder) blender sampai halus lalu semua bahan dicampurkan. Masukan kedalam jeriken 20ltr, tambahkan probiotik (EM4) 1 liter untk fermentasi, ditambah air 20 liter. Diamkan selama 10 hari, penutup jeriken tiap hr dbuka tutup untk membuang gas hasil fermentasi. Setelah fermentasi selama 10 hari jamu bsa dipakai, pisahkan antara air dengan ampasnya.
Dosis, 1ltr air jamu dtmbh gula merah 12,5gr dtmbh air 12,5 liter. Ampas bsa dikeringkan kmudian dcampur dgn pakan. Jamu bsa dpakai untk ayam mulai umur 1 smpai panen. selamat mencoba smg berhasil

Minggu, 15 Maret 2009

PENGARUH STRAIN DAN MODEL KANDANG TERHADAP PERFORMA FISIOLOGIS DAN PRODUKSI BROILER

ABSTRAK
PENGARUH STRAIN DAN MODEL KANDANG TERHADAP
PERFORMA FISIOLOGIS DAN PRODUKSI BROILER•
Oleh:
Purnama Edy Santosa dan Riyanti
Di Lampung banyak peternak yang memelihara broiler dengan strain broiler
beragam. Broiler tersebut dipelihara pada model kandang terbuka, yaitu model
kandang postal dan model kandang panggung. Tinggi suhu lingkungan
merupakan salah satu kendala dalam usaha broiler. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui adakah interaksi antara strain dan model kandang yang digunakan
terhadap respon fisiologis dan produksi broiler; mengetahui pengaruh strain
terhadap respon fisiologis dan produksi broiler; mengetahui pengaruh model
kandang terhadap respon fisiologis dan produksi broiler. Penelitian dilakukan
di kandang komersial milik peternak di Desa Binong Gedong Tataan Lampung
Selatan pada bulan Juli – Agustus 2007. Rancangan yang digunakan adalah
Rancangan Acak Lengkap dengan poia faktorial yaitu faktor perlakuan strain
terdiri atas 2 macam strain (Lohmann dan Cobb ) dan faktor perlakuan model
kandang terdiri atas 2 macam model kandang (kandang panggung dan kandang
postal). Masing-masing kombinasi perlakuan diulang enam kali. Setiap satuan
percobaan menggunakan 10 ekor ayam. Data yang diperoleh dianalisis ragam
pada taraf nyata 5 %. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi
antara strain (Cobb dan Lohmann) dan model kandang yang digunakan (Postal
dan Panggung) terhadap respon fisiologis (suhu abdominal, suhu kulit shank,
frekunsi pemafasan) dan respon produksi (pertambahan berat tubuh, konsumsi
ransum, konversi ransum) broiler; Strain berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) .
terhadap terhadap respon fisiologis namun berpengaruh nyata (P < 0,05)
terhadap respon produksi broiler; Model kandang berpengaruh tidak nyata (P >
0,05) terhadap respon fisiologis, berpengaruh nyata terhadap pertambahan berat
tubuh dan konversi ransum, namun tidak berpengaruh nyata (P > 0,05)terhadap
konsumsi ransum broiler umur 4 minggu.